Inspirasi Bapak drh Suparto

Gambar

Tidak ingin menjadi seperti bapaknya yang merupakan seorang buruh tani (identik dengan bekerja di sawah yg bukan punya sendiri) demikianlah yang dituturkan oleh Bapak drh Suparto kala membuka program #SharingSessionPUA di Perpustakaan Univ Airlangga Selasa 25 Maret 2014. Berbisnis atau berwirausaha telah terpupuk saat beliau menginjak SMA, yakni dengan berdagang roti setelah pulang sekolah bahkan hingga tamat, banyak yang tidak mengetahuinya hingga akhirnya diterima di FKH UNAIR barulah beliau bercerita banyak bagaimana perjuangannya saat menempuh pendidikan tingkat atas.

Saat menginjakkan kaki di bangku kuliah, beliau pun bertekad untuk tidak menerima bantuan dari orang tua namun syarat pertama adalah dibiayai dulu untuk semester pertamanya barulah semester-semester selanjutnya beliau akan berusaha sendiri. Tepat KHS semester pertama keluar, beliau pun mulai mengejar beasiswa, alhasil beliau pun meraihnya. Perjuangan selama menempuh jenjang FKH hingga akhir dituntaskan melalui jalur beasiswa bahkan raihan prestasi dia torehkan saat wisuda dengan menjadi peringkat terbaik karena IPK 3,95 mampu digenggamnya.

Setelah menuntaskan pendidikan dokter hewannya, beliau pun diterima disebuah perusahaan asing dimana saat itu gaji dan tunjangannya sudah begitu layak, maklum 3x lipat gaji PNS di tahun 2001 tapi semuanya harus ditinggalkan karena panggilan untuk menyejahterakan orang-orang di desanya begitu kuat. Berbekal sepeda motor dan uang yang telah ditabungkan selama setahun saat bekerja, Bapak drh Suparto membuka usaha peternakan ayam dan kala itu banyak orang sekitarnya yang mencibir, namun dia tak menghiraukan, berkat ketekunan dan ilmu yang ia peroleh, usahanya pun berkembang dengan pesat, dan saat itulah mulai banyak orang yang memohon pertolongan usaha peternakan. Dengan senang hati beliau pun bersedia membantu bahkan mengusahakannya hingga sukses.

Jatuh bangun dalam usaha itu biasa, dan itu telah dirasakannya saat virus flu burung menghanyutkan semua usahanya, namun berbekal kekuatan, beliau mulai bangkit kembali dari keterpurukan bahkan kini mampu mengembangkan peternakan sapi bersama rekan-rekan sedesanya. Beliau pun juga menuturkan bagaimana saat beliau di tahun 2003 susah mendapatkan kredit bank namun di tahun 2008 telah banyak bank memberikan penawaran. Wejangan yang begitu bagus untuk para usahawan baru adalah segera lalukan & jangan terjebak akan ide dan tidak melakukannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s