Medan Pertamaku

Image

Sudah pernah pergi ke ibu kota Sumatera Utara ini? bila belum, aku bakal menuturkan sedikit cerita tentang kota terbesar ketiga di Indonesia ini. Datang ke kota ini dengan berbekal ion-ion positif adalah modal awalku setiap pergi ke lokasi baru. Kali pertama menginjakkan kaki di Bandara Kualanamu, wah bandaranya bagus dan super nyaman, saat itu langsung aku menuju ke stasiun kereta cepat yang akan membawaku ke Kota Medan dan bisa dijangkau cukup dengan 65rb saja. Kereta Api bandara ini dikenal dengan nama Railink yang tiap harinya mengantar penumpang dari Kualanamu hingga menuju Kota Medan. Bersih, nyaman dan cepat kesan pertama yang aku jumpai saat menumpangi kereta tersebut karena aku pun bisa baca buku disana di tengah semua orang yang cenderung memegang gawainya.

Saat tiba di Kota Medan Selasa Malam yakni 13 Mei 2014, aku langsung terpesona dengan menyatunya bangunan stasiun kereta dengan pusat perbelanjaan dan memang cukup wah banget. Aku pun langsung menuju lokasi dimana aku harus menemukan taksi. Saat itu hujan cukup deras melanda dan aku pun berhasil menemukan Taksi yang lumayan bersih namun tanpa argo dan aku cukup membayar 60rb untuk sampe ke hotel dimana aku tinggal.

Sesampai di Hotel Grand Antares yang terletak di Jalan Sisingamangaraja aku tidak langsung beristirahat namun langsung menemui rekan-rekanku yang lama tidak bersua. Bertemu Teh Lina (teh : kakak dalam Bahasa Sunda) adalah rekan akrabku dulu waktu kuliah di Bandung dan kini mengunjungiku untuk diajak jalan-jalan keliling kota. Langsung saja setelah kita bercakap-cakap sejenak, kami pun berkeliling kota hingga jam 23.00. Jalan-jalan kami waktu itu melewati kota dan Duren Ucok, sebuah kedai yang berisikan durian (favorit orang Medan) namun sayang hari itu telah tutup dan aku pun dibelikan Teh Lina di hari berikutnya. Sebagai penggantinya, Teh Lina mengajak kami berlima (Angga, Mas Sukarjono, Wahyu, Suami Teh Lina dan Aku) untuk mencicipi Mie Aceh yang terkenal dan segelas Teh Tarik Hangat. hmmmm

Image

Aku di Medan selama 3 hari dari hari Rabu-Jumat untuk memberikan materi tentang layanan perpustakaan dan memberikan motivasi bagi pengelola perpustakaan untuk makin kreatif melalui program-program yang aku sarankan dan ini merupakan hal kedua dimana aku diundang untuk menjadi pemateri. Hari Rabu 14 Mei 2014, sebelum aku bersiap memberikan materi, aku berjalan-jalan pagi bersama rekanku Angga. Sambil berjalan santai dan sedikit cepat sih, kita berjalan menuju Istana Maimun, dengan semangat aku pun menenteng kamera pujaanku (biasa untuk keperluan narsis he….) sayangnya aku membawa kameraku tanpa pelindung yakni tasnya, sehingga kameraku menjadi incaran penjabret. Tak ayal lagi aku pun dijambret di pagi sekitar pukul 06.30 di kawasan Sisingamangaraja. Penjambret saat itu berjumlah 2 orang dan menggunakan motor sebagai medianya. Aku pun yang berjalan langsung terpelanting saat kameraku mau diambil, dan ternyata Tuhan masih melindungiku, meski jatuh dan terpelanting, kamera dan tubuhku masih selamat. Saat itu banyak orang yang mendatangiku bahkan seorang ibu sempat berteriak “copet”. Sesaat setelah kejadian tersebut, aku batalkan niat untuk menuju Istana Maimun dan langsung  menuju kembali ke hotel.

Setelah kejadian, badanku tidak mengalami apa-apa, namun di Hari Kamisnya 15 Mei 2014, kakiku seperti linu dan jalanpun tidak bisa sempurna, namun semuanya aku anggap seperti biasa dan aku pun cukup sukses dalam menjalankan tugasku di Medan. Aku kembali ke Surabaya di Hari Jumat 16 Mei 2014 dan langsung kembali bekerja seperti semula. Kawan, ada hal yang bisa dipetik dalam perjalanku kali ini yakni kita harus tetap waspada dimana pun kita berada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s