Fantastik Filipina

10390973_813452441999668_1653855076562237245_n
Sudah berkunjung ke Filipina? Bila belum, aku bakal bercerita sedikit tentang negeri Marcos ini. Berkunjung ke negeri ini, aku harus melalui negara Singapura, maklum karena gratis, harus ngikut kemana aku harus transit. Sampai di Filipina, senin malam 19 Mei 2014 sekitar pukul 22.00 Waktu setempat (waktu Filipina hampir sama dengan Singapura, ga jauh beda dan pastinya sama dengan WITA). Alangkah terkejutnya setelah sampai disana, antrian panjang di bagian imigrasi begitu padatnya, bahkan terjadi di bagian foreigner dan Filipino. Aku pun dengan santai menunggu. Sembari menunggu, aku pun berbincang dengan rekanku dari Malang (penyuplai danaku juga saat aku disana) namun tanpa sengaja ada seorang gadis yang mengajakku ngobrol dengan bahasa Tagalog, dia pun berbicara panjang lebar, setelah dia bertanya kepadaku, aku pun ga bisa menjawab, dan akhirnya dia ngomong dalam bahasa Inggris, are you Filipino? dan dengan spontan aku pun menjawab, No, I’m Indonesian, he,,, ternyata dia mengira aku dari Filipina,,, ha10X rasanya pengen ketawa dalam hati tapi lihat raut muka gadis itu terlihat kesal karena sudah ngomong panjang lebar, ternyata yang diajak ngobrol ga ngerti.

Setelah 2 jam antri di imigrasi buat ngedapetin capnya aja, aku pun segera bergegas menuju taxi, hujan sangat lebat melanda Filipina saat itu, dan aku pun harus antri tuk dapatin taxinya, dapat, dan langsung deh menuju hotel bintang 5 yakni Hyatt. Wow. Sesampai di Hyatt, temanku dari Malang sungguh menyelamatkanku, karena selama tinggal di hotel, pelanggan harus menyediakan deposit USD 2000 atau PF 6000 dan rekanku langsung meng-covernya dengan Kartu Kredit yang digunakan. Selamat deh, aku ga tidur di pinggir jalan. he,,,,

Akhirnya aktivitas selama conference aku jalani dengan baik, berkenalan dengan rekan_rekan dari Filipina, Malaysia, Papua Nugini bahkan dari Mongolia dan kita pun bisa berteman melalui Facebook. Sungguh menyenangkan. Filipina hampir mirip dengan Indonesia, bahkan dari segi orang maupun kondisi kotanya, namun lebih bagus kita deh. Aduh Kota Manila macetnya minta ampun, banyak dari para pengemudinya yang ga taat lalu lintas, jarang polisi lagi, beda dengan tempat kita kan? Selama disana aku cuman berkunjung ke pantai Manila dan Univ De La Salle yang bagus dan nyaman kampusnya, meski datang kesana harus menikmati macet dulu tapi ga sampe 30 menit kalo dari hotel tempat dimana aku menginap.

selama di sana yang aku heranin adalah banyak orang pergi ke mall, da kayak pasar banget kawan, semua berbelanja dan makan, aku berpikir, ini kali bedanya dengan negara maju, negara berkembang seperti kita dituntut untuk hidup lebih konsumtif. Jumat pagi 23 Mei 2014 aku pun meninggalkan Filipina dengan sejuta memori yang indah, yakni bertemu dengan orang-orang baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s