Menaklukkan Amerika

IMAG0724_2

Judul Buku          : Green Card

Jenis Buku          : Novel Fiksi

Penulis                 : Dani Sirait

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit      : 2014

Jumlah Hal         : 234

Peresensi            : Agung B. Kristiawan

 

Menaklukkan Amerika

Green Card, adalah sebuah tanda pengenal layaknya KTP di Indonesia. Untuk mendapatkan kartu hijau ini memang dikenal cukup susah. Buku ini mencoba menguak sisi lain bagaimana seseorang ingin mendapatkan kartu tersebut dengan beragam cara. Cara memperolehnya pun menjadi keunggulan tersendiri dan terselip diantara tokoh-tokoh yang mengelilingi kehidupan Rafli, tokoh utama yang menjadi pokok cerita di novel ini. Banyak orang Indonesia yang tinggal di Amerika, menjadi pribadi yang sukses, namun ada pula yang tidak, dan novel ini mencoba menguak sisi lain kehidupan orang Indonesia disana, mengenai perjuangan, keluarga, persahabatan bahkan cinta. Buku ini sangat layak untuk dibaca karena sangat memberikan semangat untuk tidak pantang menyerah apapun keadaannya. Dan memang sangat patut untuk tidak dicontoh oleh para pembaca, perilaku dari teman-teman Rafli yang mendapatkan kartu hijau.

Amerika adalah negeri dimana banyak perantau di sana. Nenek moyang Paman Sam sendiri berasal dari Inggris namun jangan salah, bila banyak sekali etnik yang mendiami negeri yang begitu luas ini. Lihat saja, warga hispanik dengan Bahasa Spanyolnya mampu menduduki peringkat kedua setelah Bahasa Inggris. Banyak kaum imigran yang sukses saat merantau di Amerika. Terlihat dari maraknya wirausahawan baru yang muncul dan mendominasi pasar bisnis. Selain para imigran menjadi usahawan, karyawan di sektor formal ataupun informal pun membuat mereka juga menjadi orang kaya baru.

Novel ini bertutur bagaimana sosok imigran yang begitu mendambakan sebuah kesuksesan sehingga mampu membahagiakan orang-orang terdekatnya terlebih untuk dirinya sendiri. Buku ini merupakan salah satu cerita, bagaimana seorang imigran mampu beradaptasi dan usahanya untuk terus hidup agar sukses seperti rekan-rekannya yang telah menaklukkan Amerika.

Mengenal sosol Rafli yang dituturkan dalam novel Green Card ini adalah seorang sosok yang penuh semangat dalam berjuang untuk mengubah kehidupan yang dijalani, taat kepada orang tua dan agama, bahkan setia kawan. Rafli, adalah pemuda lulusan perguruan tinggi negeri di Medan jurusan ekonomi, lahir di kota kecamatan Lima Puluh dari kedua orang tua Jawa yang telah merantau di Sumatera sehingga dia sering dijuluki Pujakesuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatera). Selepas lulus kuliah, pria yang memiliki banyak rekan ini ingin sekali mengubah nasib, satu diantaranya adalah merantau. Merantau untuk kalangan kampungnya begitu akrab, karena sebagian dari mereka pergi ke Jakarta, Batam, Singapura, Malaysia, bahkan Arab Saudi. Untuk itu Rafli pun memikirkan masak-masak bagaimana menyiapkan dirinya untuk merantau, maklumlah, dia sendiri belum pernah pergi ke luar kota atau bahkan ke luar negeri.

Pikiran terdekatnya saat itu adalah merantau di Kota Batam, kota yang dibangun untuk memiliki daya saing dengan negeri tetangga Singapura. Disana dia bekerja di bagian kapal yang melayani rute Batam Singapura hingga suatu saat sang sahabat memberikan referensi untuk merantau di negeri paman sam yakni Amerika Serikat. Wilson, sahabat yang selalu menyemangati Rafli untuk melanglang buana ke negeri yang bisa memberikan perubahan bahkan impian semua orang di dunia. Wilson menceritakan bahwa disana bisa menabung seperti para profesional di Jakarta meski bekerja di sektor informal namun penghasilan yang ditawarkan begitu menggiurkan.

Perlu kita ketahui bersama bila pekerjaan-pekerjaan sektor informal di Amerika Serikat, dikuasai oleh kaum imigran, baik itu legal maupun ilegal. Warga AS sendiri tidak begitu menyukai pekerjaan ini, mereka cenderung lebih suka mengganggur dan dibayar pemerintah dibandingkan dengan menjadi pekerja sektor ini sehingga AS begitu mengandalkan sektor informal ini kepada warga non AS. Pekerjaan sektor informal yang ditawarkan memang bergaji lumayan besar, diantaranya menjadi asisten rumah tangga, loper koran, petugas kebersihan atau bahkan pelayan restoran.

Wilson pun memberikan gambaran kepada Rafli, begitu banyak orang Indonesia yang menjadi pekerja sektor informal dan sukses disana, meski terkadang mereka ilegal alias tidak memiliki identitas. Identitas yang resmi dan diperlukan adalah sebuah Kartu Hijau atau yang dikenal dengan istilah Green Card dan ini adalah akses mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak bahkan ijin tinggal. Untuk pergi ke AS perlu persiapan yang matang diantaranya pengusaan bahasa Inggris dan bidikan terhadap pekerjaan yang akan dipilihnya sehingga bisa membawanya ke AS. Rafli pun memilih bekerja menjadi Room Steward di sebuah kapal pesiar yakni Holland America Line.

Sebelum menjadi Room Steward Rafli pun menempuh pendidikan atau semacam kursus di Bandung selama 7 bulan, dan setelah itu pekerjaan yang dinantikan pun diperolehnya. Saat pertama kali menjadi karyawan di HAL, dia bertemu seorang HRD yang berasal dari Indonesia, maklumlah, rata-rata karyawan disana adalah warga Indonesia, bahkan poster iklannya pun, ada orang Indonesia di gambarnya. Akhirnya dia pun menikmati pergi ke luar negeri pertama kali dan singgah di Miami.

Cerita menaklukan Amerika pun dimulai dari dia di Miami, sebuah kota yang memiliki pelabuhan terindah, karena disana banyak berlabuh kapal-kapal pesiar kalangan jet zet. Saat Rafli ingin meninggalkan kapal yang telah mengantarkannya bahkan memberi dia banyak pengalaman, ada rasa bimbang sejenak dalam hatinya namun tekad dan semangat yang diberikan rekan kerjanya untuk Jump Shit (istilah dimana orang kapal sudah mendarat di sebuah tujuan dan tidak lagi menjadi karyawan karena telah menetap). Berbekal baju yang melekat di badan dan tas kecil, akhirnya dia mulai memasuki Miami dan tentu New York City kota tujuannya.

Banyak teman sesama ilegal bahkan legal dalam memperoleh kartu hijau, memberikan dukungan. Dayu, sahabat yang semula dipercaya akhirnya membuat Rafli kecewa. Ada banyak rekan-rekan Rafli menambah semarak kehidupan, dikupas cukup seru, diantaranya Rahmad, Wahyu, Adelia, Mbak Yanti, Adrian bahkan Rafli mulai merasakan jatuh cinta kepada Riani dan novel ini juga bercerita bagaimana ia tersiksa karena seorang wanita yang bernama Erina.

Penulis bertutur dalam kata pembukanya bahwa banyak pekerja Indonesia legal ataupun ilegal bekerja di beberapa kecamatan atau borough seperti Manhattan, Queens, Brooklyn, Bronx dan Staten Island tanpa memperdulikan statusnya mereka terus bekerja serabutan dan ditengah keprihatinan itu tentunya ada semangat, tanpa mengeluh karena untuk kehidupan yang lebih baik. Bagi Penulis, perjuangan untuk kehidupan yang lebih baik, selalu dilakukan dan semangat tersebut ada di dalam diri Rafli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s